Pemburu Buku Buluk

Koleksi buku buluk Aldo (FB)

Koleksi Buku Buluk Aldo

Pernah baca The Man Who Loved Books Too Much? Kisah tentang orang yang terobsesi pada buku-buku langka dan bernilai tinggi, hingga memburunya ke mana-mana, bahkan sampai nekat mencurinya. Ketiga pemburu buku buluk yang berbagi cerita di sini tentu saja bukan jenis kolektor seperti itu. Mereka mengoleksi buku buluk karena memang menyukai isinya dan bukan sekadar nilai jualnya. Tapi saya tetap penasaran, apa yang membuat mereka jatuh hati pada buku-buku tua yang kondisinya mungkin sudah tidak prima lagi, dan tentunya butuh perawatan ekstra. Karena kalau saya sih, tetap lebih suka mencium aroma buku baru yang segar dan tidak apak (dangkal ya alasannya hehehe).

Di komunitas pembaca buku Goodreads Indonesia, Aldo, Lita dan Pra ini tergabung dalam kelompok IP3B2 alias Ikatan Pemuda Pemudi Pemburu Buku Buluk. Bukan kelompok resmi atau apa sih, tapi para anggota IP3B2 saling berbagi informasi tentang keberadaan buku buluk atau saling memamerkan hasil buruan mereka buat bikin ngiri anggota lainnyašŸ˜€

Definisi buku buluk apa sih?

Aldo : Harus dibedakan pengertian buku buluk dengan buku langka. Buku buluk hanya ditentukan dengan umur buku, alias berdasarkan waktu dan periode terbit buku tsb. Jadi buku buluk belum tentu langka, dan sebaliknya buku langka tidak harus berarti buluk. Untuk standar saya adalah di atas 50 tahun

Lita : Aku sendiri mengategorikannya sebagai buku-buku yang terbit sebelum tahun 1990. Selain itu, buku itu harus sudah sulit didapatkan, atau edisi awal buku-buku yang dulu sempat dilarang. Semakin sulit didapat, semakin prestisšŸ˜€

Pra : Bagiku, buku buluk itu buku terbitan di bawah tahun 70-an atau setidaknya sudah berumur 50 tahun

Kenapa senang mengoleksi buku buluk?

Koleksi Buku Buluk Lita

Koleksi Buku Buluk Lita

Aldo : Awalnya hanya membeli buku untuk dibaca, tetapi setelah selesai membaca satu buku (khususnya non-fiksi), saya suka melihat referensi apa yang dipakai penulis, dan berusaha mencari buku referensi tsb, yang informasinya terdapat di halaman akhir. Lama-kelamaan kok dengan sendirinya buku yang saya cari makin lama makin tua umurnya. Secara tidak sengaja mulai terbeli dan terkumpul buku-buku buluk tsb.

Lita : Aku suka karena kovernya retro banget. Nggak banyak warna atau gambar seperti buku yang terbit di tahun-tahun sekarang. SelainĀ  itu, jilidnya juga beda, yang model dijahit dulu. Selain itu, ada catatan-catatan yang terdapat dalam buku itu, kadang dibuat oleh orang yang sekarangĀ jadi tokoh besar. Misalnya, aku punya “Dari Penjara ke Penjara” yang ada tanda tangan Tan Malaka-nya.

Pra : Sebenarnya bukan spesifik senang mengoleksi buku buluk. Hanya kebetulan selera bacaku buku-buku sejarah. Dan sering nemu buku-buku lama yang berkaitan dengan sejarah.

Lebih prioritas mana, memborong buku baru atau mengejar buku buluk?

Aldo : Ada waktunya masing-masing. Kalau dalam keseharian, saya suka membeli buku lama/buluk dengan pertimbangan buku-buku tersebut bakalan susah lagi untuk didapat, karena bisa saja disambar pemburu buku lainnya. Buku baru (terbit 2-3 tahun terakhir) bisa kita beli di toko buku atau langsung ke penerbitnya, tidak begitu susah.

Lita : Buku buluk dooong hehehe

Pra : Aku beli buku bukan berdasarkan buku baru atau buku buluk, tapi berdasarkan isi buku dan keinginan membaca saja. Sering juga lihat buku buluk yang kadang dicari orang lain, tapi kalau bukan seleraku ya tidak dibeli.

Mengenai tempat berburu buku buluk, mereka sepakat menyebutkan lapak-lapak buku bekas yang tersebar di seantero Jakarta. Jika sedang berkunjung ke kota-kota lain pun, mereka menyempatkan diri mendatangi sentra penjualan buku bekas di kota tersebut. Di media online sekarang juga makin banyak yang menjual buku-buku langka. Tapi menurut Aldo, keasyikan berburu langsung ke lapak-lapak buku bekas tak bisa tergantikan.

Koleksi Buku Buluk Pra

Koleksi Buku Buluk Pra

Ada perawatan / tempat penyimpanan khusus buat buku-buku ini?

Aldo : Perawatan saya cukup sederhana, dimasukkan plastik kemudian disimpan dalam kontainer plastik, diberi silica gel biar tetap kering dan kadang saya selipkan beberapa butir cengkeh dalam kontainer karena bisa mengusir serangga dan ngengat. Sesekali buku harus diangin-anginkan dan dikeluarkan dari bungkus plastiknya, sekalian dibersihkan dari debu. Intinya buku harus tetap kering, tidak lembap dan tidak kena cahaya matahari langsung saat disimpan.

Lita : Yang jelas aku taruh di lemari terpisah, karena takut kutu atau serangga perusak buku lain merusak buku-buku yang masih baru. Untuk buku-buku yang sudah rapuh, biasanya aku taruh di dalam plastik pembungkus. Selain itu, aku juga menaruh serap air (dehumidifier) supaya buku tidak cepat lapuk dan beberapa kantung lada untuk mengusir rayap.

Meskipun cukup repot, tapi ketiganya mengaku tidak ada keluhan dari pasangan atau keluarga mengenai hobi mereka ini. Paling-paling diingatkan kalau sudah tidak ada tempat lagi untuk menyimpan buku, atau malah disuruh beli lemari baru biar rapi.

Pengalaman paling seru saat berburu buku buluk?

Aldo : Paling seru saat kita mencari buku buluk di satu tempat, ternyata juga ada pemburu buku buluk lainnya. Nah, apakah kita akan menganggap mereka sebagai saingan, kolega atau bagaimana? Saya sendiri cenderung bersikap terbuka dan mencoba menjalin kontak dan pertemanan, serta saling menginfokan perihal buku buluk dan buku lainnya. Prinsip saya, setiap buku akan ketemu jodohnya. Jodoh buku tidak akan hilang dan siapa tahu bisa ketemu di lain waktu.

Pra : Cari buku buluk biasanya ya modal keberuntungan. Kadang kalau ketemu penjual buku yang tidak paham isi bukunya, bisa dapat murah. Contohnya aku pernah dapat buku Cerita Dari Djakarta ā€“ Pramoedya Ananta Toer edisi pertama cuma Rp 15.000 dan itu tidak aku tawar lagi. Atau buku makalah Muhammad Yamin yang dicetak terbatas tentang sejarah Sriwijaya cuma Rp 500.

Kalau begitu, koleksi buku buluk bisa jadi investasi dong?

Koleksi Buku Buluk Aldo

Koleksi Buku Buluk Aldo

Aldo : Hahaha saya tidak tahu apakah buku buluk bisa jadi investasi atau tidak, karena waktu membelinya bukan diniatkan untuk investasi. Jadi kalau kemudian harganya naik, anggap saja itu bonus. Susahnya adalah, tidak ada patokan harga resmi untuk buku buluk. Bisa saja antar penjual menetapkan harga yang jauh berbeda, sehingga harga menjadi sangat relatif. Karena itu susah untuk dijadikan investasi, ukurannya tidak pasti.

Lita : Bisa banget. Bukunya Haryoto Kunto, Semerbak Bunga di Bandung Raya, aku beli hanya seratus ribu perak. Ternyata sekarang paling murah dibandrol satu juta dua ratus ribušŸ˜€

Pra : Aku beli buku karena memang ingin tahu isinya. Tak peduli itu buku yang bisa jadi investasi atau tidak.

Ketiganya juga kompak saat menegaskan bahwa meskipun koleksi buku mereka ternyata berharga dan ditawar orang, mereka tidak bakal melepasnya. Kalau kata Aldo, ā€œOver my dead body!ā€šŸ˜€ Daripada menjual koleksi bukunya, Pra lebih suka memberikan buku. Sementara Aldo mempersilakan siapa pun membaca atau mengopi buku koleksinya jika memang diperlukan untuk referensi. Dengan bertanggung jawab, tentu saja.

Perpustakaan Lita dan suami

Perpustakaan Lita dan suami

Buku buluk paling berharga / paling tua/ paling mahal yang dimiliki?

Aldo : Kalau buku tua, ada beberapa buku abad ke-19 Di antaranya The World of Ā Herodotus (1850-an),Ā Humiliation of Christ (1860-an),Ā History of the Reign of the Emperor Charles the Fifth: with an Account of the Emperor’s Life After His Abdication (1871),Ā Joan of Arc, the Maid of Orleans (1900), Marie Antoinette (1893).Ā Kalau paling berharga dan paling mahal, jujur saya tidak tahu dan kadang tidak peduli, tapi pernah sih mencek harga buku lama di beberapa situs penjualan buku antik dan kuno, untuk kemudian senyum-senyum sendiri melihat harganya. Tapi balik lagi, harga itu relatif hehehe

Lita : Favoritku, Il Principe-nya Machiavelli terbitan tahun 1864, tapi ituwarisan dari kakek aku.

Pra : Paling tua,Ā Ā The World and Its People: Australasia –Ā Thomas Nelson PublishersĀ terbitan tahun 1908.

Wuih, keren-keren banget ya koleksinya. Walaupun saya sih tetap nggak tertarik untuk punya karena pasti bakal repot merawatnya. Sayang kan kalau buku-buku langka seperti itu malah jadi rusak karena tidak terawat.

Pertanyaan terakhir nih, pernah nggak ditawari atau beli buku buluk tapi ternyata palsu?

Aldo : Pernah kejadian beli buku di penjual online yang menyatakan bukunya asli, ternyata begitu diterima, bukunya fotokopian, langsung saya pulangkan kembali buku tsb ke alamat penjualnya hehehe

Lita : Pernah ditawarin, di BMS (Blok M Square). Untung aku ngeh kalau itu fotokopian.

Pra : Beli buku buluk palsu belum pernah. Yang sering ditawari buku buluk tapi harganya tidak masuk akal, terlalu mahal. Kalau yang begini aku cuekin saja.

Bagaimana, tertarik juga menjadi pemburu buku buluk? Kalau iya, mulailah main-main ke lapak buku bekas, siapa tahu bisa menemukan harta karun terpendam yang tak terduga. Apalagi kalau bisa dapat dengan harga murah, pasti puas banget rasanya.Ā 

7 comments on “Pemburu Buku Buluk

  1. Helvry says:

    saya berteman dengan pemburu buku buluk aja udah bahagia :))

  2. azmee says:

    Mantap2 koleksinya *menatap mupeng*

  3. gigopala says:

    Hay, Salam kenal, Mak.
    Manhstabbe sekali koleksi2nya, euy.
    Btw
    Kalaw menurud pengalaman dan pengamatan anda selama ini, rata2 buku2 bulug tersebud lebih tinggi mana di penjuwal online or penjuwal offline?!
    Thanks.

    • bruziati says:

      Kebetulan saya sendiri bukan kolektor buku buluk, jadi untuk dinamika harga saya kurang paham. Tapi saya rasa pasti tergantung kelangkaan bukunya ya

  4. jimmy says:

    Dear admin,saya tertarik membaca komentar2 diatas,,sy punya buku sukarno Dibawah Bendera Revolusi jilid pertama cetakan thn ke 3 1964 peninggalan orang tua, yg mau saya tanyakan apa emang benar klo buku ini sedang jadi buku yg sangat langka & diburu dengan nilai yg fantastis? trimss..

  5. Ginan Mufti Nugraha says:

    Maaf, ada yg punya buku BioOptik ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s