Kuis Looking for Alaska

Di tengah kegembiraan merayakan Idul Fitri dan kesibukan mudik bagi mereka yang menjalankannya, saya mau bagi-bagi dua eksemplar novel suntingan terbaru saya, Looking for Alaska karangan John Green. Teman-teman sudah pada tahu ceritanya tentang apa kan? Kalau belum silakan konsultasi ke Mbah Google😀

10443513_10204305081095340_2945770222390678617_n

Caranya mudah saja. Di kolom komentar, ceritakan pengalaman paling lucu yang pernah ‘menimpa’ teman-teman sewaktu mudik. Tidak perlu panjang-panjang. Kalau bisa singkat tapi mengena, asyik banget tuh. Kuis ini tidak terbatas untuk teman-teman yang mudik saat Idul Fitri saja lho. Mudik kan bisa dilakukan dalam kesempatan apa pun dan oleh siapa pun, ke mana pun tujuannya, bahkan meski cuma dalam satu kota.

Pokoknya saya tunggu ceritamu yang paling kocak. Lumayan kan, buat bacaan saya dalam perjalanan mudik, dan jadi hiburan kalau saya terjebak macet hehehe. Selain buku, Insya Allah bakal ada hadiah tambahan oleh-oleh mudik dari saya. Sekalian untuk merayakan ulang tahun, begitulah. Oiya, jangan lupa sertakan akun twitter atau facebook, supaya mudah dihubungi jika menang.

Cerita kocak teman-teman saya tunggu sampai tanggal 5 Agustus pukul 00.00 ya, dan pemenangnya akan diumumkan tepat di hari ulang tahun saya. Kapankah itu? Silakan dicari tahu sendiri hahaha *nyebelin*

Selamat bercerita!

30 comments on “Kuis Looking for Alaska

  1. nana says:

    Halo mbak!! Selamat Idul Fitri yaaa…
    Aku sebenernya nggak punya kampung halaman, jadi nggak pernah mudik. Kasihan yaa? Tapi, dulu keluarga besar Mama suka kumpul liburan bareng, bisa di Puncak, Bandung, Bali, ya pokoknya liburan rame-rame dehh.. waktu liburan sekolah. Bisa dianggap mudik kan? *maksa*
    Dulu waktu aku SMP, liburan barengnya adalah ke Bandung. Kami pergi ke Bandung naik mobil. Waktu itu Cipularang belum ada. Waktu sampai di Subang, kami berhenti di sebuah restoran untuk makan siang. Di depan restoran, ada seorang bapak berpakaian koboi tapi kumal gitu ketawa-ketawa. Tadinya kami cuek aja, kami sudah berjalan untuk masuk ke restoran ketika sadar kalau bapak itu ternyata gila dan mendekati kami. Kami buru-buru lari ke mobil masing-masing dan batal makan di sana. Malangnya, kaca mobil tanteku kena dikecup si Bapak. Iya, dia ngejar kami sampai ke mobil lalu kaca mobil depan kiri mobil tanteku, tempat sepupuku duduk, dicium sampe bibirnya ngecap dan air liurnya ngalir. Sampai tempat makan berikutnya, kami ngeliatin cap bibir itu sampai saudaraku yang lain membersihkannya. Itu pertama kalinya aku lihat Mama, Papa dan Om-Tante lari tunggang langgang karena dikejar orang gila. Hehe.

    Semog menghibur dan nggak didiskualifikasi yaa..

    Twitter: @_marsh113_

  2. wahyu says:

    Kejadian saat perjalanan aja ya…yang lucu saat ama kakak mau pergi ke pasar. Pagi2 sekitar jam 6 bangun tidur cuci muka terus berangkat. Berhubung suka pake earphone dalam perjalanan biasanya aku mengabaikan kakak ngomong ama. Setelah sampai dipasar langsung parkir, tapi jengkel sendiri karena kakak udah nggak ada… belanja sih pikirku… mangkel sejadi jadinya. Karena jadi kayak tukang ojek, muter2 pasar nggak ketemu ditelpon juga ga bisa…. dalam hati mo balas dendam…aku tinggal pulang deh sambil dongkol. Ntar kalo butuh paling nelpon.

    Setelah sampai rumah bapak ketawa sendiri…trus tanya ‘kakakmu mana?’ Aku jawab ga tau…. sambil masukin motor…eh, ternyata kakakku ketinggalan dirumah. Tetangga juga pada ngobrol didepan sambil nyindir2…. malunya ga ketulungan…sampe sekarangpun kalo inget suka senyum2 sendiri…

  3. snailbooks says:

    Selamat idul fitri mbak🙂
    Cerita lucu sewaktu mudik ya.. Hemm.. Jadi begini, waktu aku masih SD aku dan mama pernah ke rumah nenekku yang berada di salah satu kabupaten terujung di Kalimantan Selatan. Dulu aku pemabuk banget, mabuk darat maksudnya. Setiap menjelang lebaran kami naik angkutan umum kerumah nenek. Seminggu sebelum berangkat aku sudah stres, beberapa jam sebelum berangkat aku sudah muntah-muntah. Dikasih minum anti**, ehh baru diminum sudah dimuntahkan lagi. Padahal mobil jemputannya belum datang lho. Nah setelah mobil datang dimulailah drama itu. Aku menangis sejadi-jadinya, selama enam jam perjalanan aku terus merengek ingin berhenti. Kataku, aku ingin mandi, ingin tidur dikasur, ingin pulang saja.. Disela-sela itu aku terus muntaj sepanjang jalan. Lalu ada seorang ibu yang mengusulkan untuk mengikat perutku dengan serat daun pisang. Katanya itu ampuh untuk menghentikan mabuk. Pak supir pun diminta stop didekat hutan untuk mencari “kelarat” pisang. Penumpang yang lain juga turut menyaksikan bagaimana perutku diikat dengan salah satu bagian keras dari daun pisang itu. Bajuku dibuka sedikit sampai perut. Diikat dengan kencang agar tidak mual. Setelah beres, semua penumpang kembali masuk dan perjalanan berlanjut. Baru saja si supir menyalakan mobil, aku muntah kembali. Penumpang ber “yaaaah” kecewa, apalagi si ibu tadi yang punya usul.

    Itu cerita mudik waktu aku masih kecil. Sekarang Alhamdulillah sudah nggak mabuk lagi🙂

    Mayafloriay at yahoo dot com

  4. Eni Lestari says:

    Pengalaman lucu waktu mudik ya? Hmmm… jadi inget waktu gak sadar tidur di bahu mbak2 cantik. Jadi ceritanya gini. Waktu itu jam tiga pagi di terminal. Aku ngantuk berat, mana laper lagi. Sambil nunggu mikrolet, aku berdiri dengan mata merem. Pas angkotnya dateng, aku dibangunin sama ayahku. Kami sekeluarga masuk deh ke mikrolet. Gak lama, masuklah mbak2 cantik sama pacarnya. Uih, dia wangi banget. Badannya bau sabun. Kayaknya sih abis mandi. Mbak itu duduk di sampingku. Nah, entah gimana, aku kebius aroma sabun mbak2 itu. Aku ngedeket… ngedeket… trus pluk, dengan indahnya aku tidur di bahunya mbak2 itu. Aku ngorok deh, tidur dengan indahnya lol pas sampe di tempat tujuan, aku dibangunin mbak2 itu. Dia bilang, “Dek, dek, udah nyampe lho. Enak banget ya tidurnya? Nyenyak banget dari tadi.” Ihh sumpah waktu itu aku maluuuuu banget. Untung mbaknya baik. Dia gak marah bahunya kujadiin bantal sepanjang perjalanan. Tapi abis itu aku denger mbak itu ngomong sama pacarnya, “Bahuku keseleo nih kayaknya.” Serius deh agak ngerasa bersalah. Tapi lumayanlah bisa tidur nyenyak di bahu mbak2 cantik :p

    @sayang_akichii

  5. Mide says:

    Waktu itu saya dan teman-teman saya mau ke Jakarta untuk mengurus penempatan kerja, seperti biasa kami sebagai mantan mahasiswa kelas menengah naik kereta ekonomi matarmaja yang terkenal. Katanya, “kamu bukan orang susah klo gak pernah naik matarmaja.” Dari Malang ke Jakarta dengan uang 50-60an itu impossible lah klo pingin enak. Sebelum ada aturan satu tiket satu tempat duduk dan dilarang merokok dalam kereta, Matarmaja merupakan kotak sarden neraka bau.

    Perjalanan ke Jakarta kali itu mungkin perjalanan terakhir kali dengan teman-teman satu daerah menggunakan The Mighty Matarmaja sebelum kami disebar di seluruh Indonesia…..

    Teman-teman kampus saya kebanyakan memang cowok, tapi untungnya ada beberapa cewek dalam perjalanan kami waktu itu sehingga saya setidaknya tidak malu sendiri harus segerbong dengan cowok-cowok yang urat malunya udah putus.

    Menghadapi penempatan “seluruh Indonesia” yang semakin dekat, teman-teman cowok menyanyi di luar gerbong, membully satu teman yang paling sepuh sendiri bahwa dia akan penempatan di Mamuju (bahkan saya waktu itu gak paham Mamuju itu dimana), entah lagu itu lagu indo yang mana, pokoknya salah satu liriknya diubah menjadi, “ADA MAMUJU DI UJUNG PELANGI.”, waktu itu si senior memang belum punya pacar jadi plus sudah bahan ejekannya :))

    Saya tidak yakijn ada kondektu yang menegur mereka karena lagu mereka gak berhenti sampai di situ. Saya sendiri sambil berkata, “saya gak kenal mereka” kepada penumpang lain, sedang berdebat tentang asal muasal Tongkol dengan teman satu daerah lain yang baru saya kenal saat itu. Saat itu benar-benar perjalanan yang menyenangkan dan lucu. Kami menutupi kekhawatiran dan kegundahan kami dengan saling tertawa dan mengejek satu sama lain :))

    Sekarang teman-teman saya itu tersebar di ujung timur Indonesia, mulai dari Tahuna sampai Flores, mulai Lumajang sampai Merauke. Semoga teman-teman saya diberi ketabahan dalam bekerja dan selalu dilindungi oleh Allah🙂

    Oh ya, eid mubarak mbak, selamat liburan😀

    @hami_02

  6. cokelatholic says:

    mba Uci… mohon maaf lahir batin yaaa..🙂
    aku ikutan kuisnya jugaa yaa..

    Ada kejadian menarik waktu aku kecil yang kalau diingat sekarang jadi terkesan lucu. Ibuku berasal dari desa Mlati, Sleman, Yogyakarta. Setiap liburan kenaikan kelas, kami selalu menghabiskan waktu disana. Bagi kami yang dibesarkan di kota besar, berada di desa yang masih alami dan sederhana membuat kami selalu tertarik untuk melakukan hal yang sama persis seperti yang dilakukan penduduk setempat. Kami ikut Pakde ke sawah subuh-subuh dan mencoba menaiki alat pembajak sawah yang ditarik sapi. Kami ikut sepupu mencari ikan di sungai-sungai berair jernih. Bahkan kami jadi sering mandi dan betah berlama-lama karena mandinya di sungai. Padahal kalau di rumah, kami paling susah disuruh mandi. Mandi di sungai berair jernih tak pernah kami dapati di kota. Setelah beberapa hari di desa ibu, kami diajak melanjutkan liburan di desa ayah. Masih di Yogyakarta, namun Ayah berasal dari Playen, Gunung Kidul dan kesanalah kami berangkat. Pemandangan alamnya sama-sama indah walau nampak kekeringan.

    Nah saat mandi tiba, kami tentu senang karena akan mandi di sungai. Begitu sampai di sungai, aku dan adikku langsung menceburkan diri di sungai dan berenang kesana kemari, sementara Mamah mulai mengeluarkan cucian. Anehnya, semua orang di sungai tiba-tiba melotot ke arah kami dan mulai mengomel, mereka menyuruh kami bergegas keluar dari sungai. Mamahku pun tidak luput dari omelan. Belum sempat protes, kami bertiga digiring ke rumah kepala desa. Disana kami diinterogasi pak kades dan diberi nasihat (saat itu aku baru tahu kalau Pakde Ayahku itu ternyata Kades, walau gak ngerti juga sih fungsinya kades itu apa.. di mataku saat itu, kades adalah orang yang tugasnya ngomelin orang yang salah.. hahaha). Sesampainya di rumah biyung (nenekku), aku diberi penjelasan kalau berenang di sungai merupakan hal yang tabu dan dilarang karena air sulit didapat. Sumur-sumur warga kalau musim kemarau akan mengering dan hanya sungai-lah harapan penduduk desa untuk mencukupi kebutuhan air. Penduduk menghormatinya dengan cara menciduk air sungai untuk menjaga kebersihannya dan persediaan air cukup hingga datang musim hujan. Padahal sama-sama masih di Yogyakarta, tapi adat istiadat dan kebiasaan bisa berbeda dan bertolak belakang rupanya.

    *cerita ini pernah dimuat di tugas membuat karangan kesan liburan saat aku kelas 6 SD* hehehe..🙂

    twitter: chocolita10
    Fb: Melita Irma

  7. Mau ikuuut. Aku ada cerita, baru kemarin. Aku kan ada sepupu dari Desa Burikan, Cawas, Klaten. Dia ke rumah budhe di Kleco, Solo buat halal bihalal. Keluargaku juga. Sore harinya selagi para tetua ngobrol, kami yg muda main ke Solo Grand Mall. Karena berempat dan motornya cuma 1, kami pakai taksi. Sepupuku tahunya tarif minimal taksi di Solo 18ribu. Jadi pas kami turun di depan mall, sepupuku sebelum keluar ngasih uang 20ribu dan dengan santai bilang ‘udah pak, nggak usah pakai kembalian’.
    Dia kira dia ngasih bonus 2ribu ke pak sopir, padahal uangnya kurang. Karena argo yg tertera 22ribu. Aku yg duduk di depan malu, nambahin 10ribu dan buru2 keluar sambil minta maaf. Dan novel Wintercraft-ku jadi ketinggalan di dalam gara2 itu! Aku sebel, tapi pas cerita ke orang2 rumah, mereka bilang itu lucu. Sekarang aku musti nyari Wintercraft lagi…😥

  8. Peri Hutan says:

    hmmmm, cerita mudik ya? sebenernya nggak punya cerita mudik sih mbak soalnya mudiknya juga deket, Sragen-Boyolali, hehehe, tapi aku punya cerita seputar lebaran, ya kali aja menghibur🙂

    aku lupa lebaran tahun berapa, mungkin pas masih jaman kuliah kali. ceritanya, di keluargaku yg agamanya islam cuma aku sama almarhum ibuku, setelah beliau meninggal ya cuma aku sendirian sholatnya. dulu sih masih enak ada teman dan sekarang terasa sepi, dan yg paling penting ada yg bagunin. biasanya sholat di rumah trus habis itu baru pergi ke boyolali.

    aku memang punya masalah dengan bangun pagi, sering terlambat masuk kerja udah biasa kali ya tapi kalo terlambat sholat ied yg adanya setahun sekali? aku usahakan nggak akan terjadi. ak ada cerita yg cukup memalukan gara2 bagun kesiangan ini, pertama waktu ibuku masih ada, gara2 terlambat bangun, aku lari aja cepat2 ke masjid, begitu udah sampai di barisan terakhir dan mau pake mukena, berasa ada yang kurang, bawahan mukenaku nggak ada, perasaan tadi udah bawa satu paket dengan sajadah. karena nggak mau ketinggalan dan ibuku menyuruh pakai seadanya aja, yaitu hanya atasan mukena aja, untung aja pakai baju panjang jadi nggak masalah. begitu selesai dan dalam perjalanan pulang, ternyata bawahan mukenaku jatuh di jalan –”

    cerita kedua waktu beliau udah nggak ada, penganti yg sering bangunin aku waktu sholat ied adalah kakakku. kakakku ini agamanya kristen sama keluarga besarku yg lain dari ayah. dia udah bangunin aku dari jam 5 pagi, kebiasaan menunda2, dengan keadaan setengah sadar ak bilang iya aja. tiba2 kebangun dan udah jam 6an, tetangga yg biasa ngajakin bareng udah berangkat duluan, karena panik dan nggak berpikir panjang lagi, aku wudhu, pake mukena, lari ke masjid langsung sholat. iya, NGGAK MANDI.

    udah itu pengalaman yg paling aku kenang, mbak. kalo untuk mudik nggak ada yg spesial, paling kekenyangan dengan dalih mengicipi berbagai macam makanan, semoga aja menghibur perjalanan mudiknya🙂

    @peri_hutan

  9. Ina Tanaya says:

    Met Idul Fitri, semoga perjalanan balik mudiknya lancar.

    Cerita ini bukan cerita tentang mudik, tapi bagian dari wisata untuk menghabiskan libur Idul Fitri. Biasanya saya paling malas untuk pergi kemana-mana jika libur panjang Idul Fitri. Alasan utamanya adalah kemacetan selain buang energi , buang uang, buang waktu. Wow, segitu banyak yach alasannya. Alasan keduanya, ini yang benar-benar saya tak mau jadi “batu sandungan”, ngomel dan kesal karena kemacetan, membuat orang dalam mobil akan jadi ikut kesal.

    Tapi kala itu, berhubung kami punya rencana untuk membersihkan villa, di Puncak. Rencana itu kami buat jauh hari sebelum Idul Fitri. Strategi kami adalah sebelum Idul Fitri kami akan berangkat dan 3 hari setelah Idul Fitri kami akan pulang. Dalam pemikiran kami, pasti akan lancar karena berangkatnya orang belum akan ke Puncak karena masih berpikir untuk Idul Fitri dan bersilahturami dan pulangnya juga pasti dalam keadaan lancar karena orang baru akan berangkat ke Puncak jadi melawan arus.

    Namun, rencana tinggal rencana. Kenyataan berbeda sekali. Waktu berangkat, ternyata yang akan mudik ke Bandung pun ikut-ikutan lewat ke Puncak. Aduh, melihat antrean mobil yang panjang dan mengular, jadi stres. Setelah stres, duduk pun tak bisa tenang. Pikiran hanya satu, kapan sampainya???

    Stresku memicu ketegangan…., dan akhirnya timbul pengin “pipis”. Nach, terpaksa mata melihat kekanan-kekiri mencari namanya “toilet”. “Kok tak ada yach?” tanyaku dalam hati. Aduh gimana nich. Udah ngga bisa ditahan lagi. Muka sudah pucat pasi. Suamiku menawarkan botol kosong bekas aqua. “Ini mah cocok buat lelaki bukan buat perempuan! seruku sambil agak marah. Menahan “pipis” yang makin lama tak tertahankan, sedikit demi sedikit sudah mengalir ke celana dalam…..”Duh, seandainya ketemu toilet, serasa bahagia sekali!”.

    Akhirnya, usaha dalam SOS adalah ambil “pembalut wanita” anakku. Dilapisi hingga berlapis dua ke atas, ke samping. Mengalir dan membasahi pembalut itu dengan aliran keras dan cepat dari air kencingku. Secepatnya mengambil plastik untuk membuang pembalut yang sudah basah dan bau itu…..

    Pengalaman itu melegakan tapi juga menggelikan tapi juga mengingatkan diriku untuk bersiap-siap untuk bawa pispot jika akan ke luar kota dalam keadaan macet. Semoga tidak terjadi ke dua kalinya. Jika ingat, .ingin tertawa sendiri tapi juga kesal….

    Facebook : http://www.facebook.com/ina.tanaya

    Twitter : @tanaya1504

  10. Kalo yang ga perna mudik boleh ikutan ga? :)) Pengalaman jalan-jalan ke luar kota saya seru juga loh.

    Kalo aku sih pengalaman yang mengesankan ketika ke Bandung bersama orang kantor, sekitar jam 10 malam kami berlima sepakat minjem mobil Manager untuk muter-muter bandung. Nah ketika jalan, salah satu teman, sebut saja Y, tiba-tiba bilang ingin buang air kecil, maka kami sepakat untuk ke SPBU terdekat. Nah selesai kami semua buang air kecil, ternyata si Y lama ga keluar dari toilet. Nah muncullah niat iseng kita untuk meninggalkan dia di SPBU itu, Kami sembunyi di sebelah SPBU tapi tidak terlihat karena terhalang pohon. Ketika si Y keluar toilet paniklah dia, sampai telepon dan ngePING di BBM kami berkali-kali. Akhirnya memang dia melihat mobil kita, tapi ketika masuk mobil mukanya langsung pucat. :DD. Ternyata dia malah buang air besar, makanya lama di toilet.
    Yang bodohnya lagi setelah kami mengerjai si Y, waktu jalan pulang malah nyasar. Untung ada google maps dan GPS. Akhirnya kami sampai vila jam 4 pagi.

    Kalo inget pengalaman itu lagi sungguh bikin ngakak ketika mengerjai si Y

    Twitter : just1ian

  11. raafian says:

    Selamat liburan buat mba Baro dan teman teman semua. *tetep ah panggil mba Baro ajah*

    Akun fb: http://facebook.com/abduraafi
    Akun twitter: http://twitter.com/raafian

    Hal terkesan di libur lebaran (gapapa kan mba kalo bukan tentang mudik?) kali ini adalah ketika semua cucu-cucu Mbah Uti berkumpul. Ketujuh cucunya yang semuanya laki-laki bermain poker. Tahu poker kan? Salah satu permainan menggunakan kartu. Tidak ketujuhnya sih. Cuma lima dari kami. Yang paling lucu adalah hal ini dilakukan ketika malam takbir. Di saat yang lain sedang mengumandangkan asma Allah, kami malah bermain kartu. Sampai pakde pun ikutan main. Mungkin karena tergoda juga. Untungnya keesokan harinya kami tidak kesiangan untuk melaksanakan sholat Ied. What a fun!

  12. Olivia Anandra says:

    Hallo ! Pertama2 mohon maaf lahir dan bathin dulu ya ! ^^
    Empat thn lalu, andra sekeluarga pulkam ke Palembang. Konvoy sama keluarga yg lain, jadi dua mobil dan ngumpul dulu di rumah andra (yg wktu itu msh di Tangerang). Perginya itu abis Shubuh, kurang lbh jam 4 pagi dari rmh. Diperkirakan sampe Merak jam 6 pagi. Nah, di tol yg msh jauh dri Merak, itu ada macet. Dan mbl diperbolehkan muter balik sama polisi yg ada di situ. Tpi krn mikirnya, ‘Paling cuma kecelakaan, lanjut aja’, ternyata ujung macetnya itu di Pelabuhan Merak x_x
    Jam tiga sore, msh macet tpi di sisi sblh kiri udh keliatan air laut. Lgsg pada heboh bilang, ‘SEBENTAR LAGI SAMPE ! CUMA TINGGAL DUA JAM-AN LAGI, YEAY !’. Namun ternyata kami baru masuk kapal jam sembilan malem hikksss.
    Bayangin aja, Cikupa-Merak yg cuma dua jam itu ditempuh dengan 17 jam T^T. Sampe Lampung itu tengah malem, dan tidur di rmh sodara (untung kunci disimpen di tmpt rahasia, gk dibawanya) baru deh jam 8 pagi brgkt lagi dari Lampung-Palembang, dan sampe jam dua-an😀

    Jadi pljrn kalo brgkt jgn H-2 xD

    @Onandra
    Olivia.anandra@yahoo.com

  13. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka mudik, kalau orang berprinsip mudik ke kampung, aku malah mudik ke kota, hehe😀

    Ini terjadi sekitar delapan tahun lalu, nggak bisa dibilang mudik sih, sebut aja perjalanan biasa. Ketika itu waktu di pesawat menuju Banjarmasin, aku nggak kuat untuk pipis. Di sisi kanan, Mamah malah baca majalah yang disediakan pesawat, alhasil jadilah aku diantar Ayah buat ke toilet. Toiletnya dekat sama dapur pramugari, tadinya sih mau sekalian minta makanan, tapi karena udah nggak kuat ya masuk aja ke dalam. Aku nggak ngerti sama sistem toilet di pesawat, walaupun pakai toilet duduk, tetap aja harus cuci tangan. Wastafelnya nggak jalan, hanya ada sabun dan menurutku itu gak akan berguna kalau nggak ada air. Maka jadilah nggak cuci tangan saat itu.

    Tapi, karena terbengong terus menatap tangan yang belum dicuci, sepanjang perjalanan sampai mendarat, aku malah menjilatinya. Iya, ini sangat amat menjorokan dan menggelikan sih, aku sendiri sampai nggak percaya. Entah deh itu ada apa aja, tapi Alhamdulillah-nya nggak ada efek samping yang ditimbulkan gegara aku menjilat tangan sendiri yang belum dicuci sehabis buang air kecil😀

    Anyway, selamat hari raya Idul Fitri😀

    @asysyifaahs
    facebook.com/asysyifaahs

  14. daneeollie says:

    Halo Mbk Uci,

    aku kut berbagi cerita ya….

    Walaupun sejak kecil tinggal di Solo, namun sebenernya aku bukan asli kota Bengawan tersebut. Bapak dari Klaten dan Ibu dari Magelang jadi bisa dikatakan seharusnya kami mudik ke dua tempat tersebut. Namun karena lebih dekat dengan keluarga ibu, kami sekeluarga lebih sering mudik ke Magelang walaupun lebih jauh dan tidak setiap lebaran kami mudik ke sana.

    Nah, tahun 2013 lalu seperti biasa kami berangkat mudik berbocengan dengan dua sepeda motor. Mudik dengan sepeda motor ke desa Ibu di Magelang jurusan Wonosobo hanya memakan waktu 3 jam karena melalui jalur alternatif, dua jam lebih cepat daripada naik bus umum yang harus ganti dua-tiga kali.

    Seperti tradisi Lebaran di Solo pada umumnya, ibuku tidak pernah masak ketupat opor dan teman-temannya pada hari H, tetapi menunggu seminggu kemudian baru membuat makanan khas lebaran itu untuk merayakan Bakdo Kupat.Sepertinya tradisi ini muncul karena sehari setelah Hari Idul Fitri biasanya umat muslim melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari berturut-turut dan selesai tepat saat Bakdo Kupat itu tadi.

    Biasanya aku memconcengkan adikku dan bapak memboncengkan ibu. Namun kali ini adikku meminta kami saja yang memboncengkan kedua orang tua kami yang sudah termasuk sepuh itu. Namun bapak tidak mau aku boncengkan sehingga akulah yang beliau boncengkan dan adikku memboncengkan ibu yang memang tidak bisa naik motor.

    Nah, karena bapak mengajak mudik segera setelah sholat ied dan mengunjungi beberapa tetangga di kampungku, aku dan adikku tentu saja tidak sempat sarapan dengan makanan berat. Selain karena ibu tidak memasak masakan khas lebaran sama sekali, kami pikir pasti nanti di daerah Klaten kami akan mampir untuk makan soto seperti biasanya. Jadi saat itu kami hanya makan kue-kue kering yang memang ada di rumah dan sengaja dibeli untuk sajian Lebaran. Ibu masih sempat memakan nasi dan sayur sisa hari sebelumnya yang sempat dihangatkan sebentar.

    Alhamdulillah saat itu lalu lintas Solo-Klaten-Jogja lancar. Namun begitu, aku yang sebenarnya cukup kelaparan merasa heran karena bapak tidak mengajak berhenti setelah melewati beberapa warung soto langganan. Namun kutahan saja rasa laparku karena kupikir mungkin saja di Jogja kami akan mampir ke warung sate kambing seperti yang pernah kami lakukan saat mudik sebelum-sebelumnya. Lagi-lagi tebakanku salah. Motor yang membocengkanku tetap saja melaju tanpa berbelok sekalipun ke warung makan.

    Memasuki daerah Borobudur yang berarti sudah cukup dekat dengan desa ibuku, akhirnya aku protes ke bapak kenapa tidak mampir ke warung makan. Bahkan adikku yang memboncengkan ibu juga sudah lemes banget sampai-sampai motornya jauuuh banget di belakang kami. Jawaban bapak membuat aku dan adikku keki.“Kalau lapar kan tadi bisa ngomong.”

    Ketika aku jawab kalo kupikir bapak akan mengajak mampir ke watung soto, beliau bilang: “Lha, bapak kan sudah sarapan soto bersama panitia sholat ied di masjid tadi selepas menghitung infaq dan membereskan tikar untuk sholat.”

    DUER! Langsung lemeslah kami. Muka adikku juga sudah ditekuk-tekuk lucu begitu deh. Ibu juga mengomeli bapak karena tidak memikirkan anak-anaknya yang tidak sarapan sama sekali.

    Saat itu sambil ketawa tanpa rasa bersalah bapak baru bilang “Lha ayo mau mampir ke warung makan di mana?” Aku dan adikku langsung kompak menjawab nggak mau mampir kemana-mana lagi karena sudah dekat dengan rumah Mbahde (saudara nenekku yang sudah meninggal) karena pasti akan diminta untuk makan siang di sana.

    Ketika sampai di rumah Mbahde dan ibu menceritakan tentang betapa teganya bapak membuatku dan adikku kelaparan, mereka hanya tertawa dan menyalahkan bapak yang hanya bisa senyum-senyum lucu itu. Hadewh, bapak tegaaa >__<"

    Jadi Saudara-saudara Pemudik, intinya kalau lapar segera katakanlah, jangan ditahan-tahan. Segera beri tahu orang tua dan silakan mengajak makan sopir atau pembonceng mudik kalian. Jika hal ini tidak dilakukan, bisa dipastikan kalian bisa mengalami kejadian seperti yang kualami tahun lalu itu.

    Selamat Idul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir batin🙂

    Perdani Budiarti
    @daneeollie

  15. agnessa gee says:

    Pada tanggal 27 July 2014 tepatnya jam 16.30 aku papa mama tante dan nenek buru-buru brgkat menuju bandara Depati Amir (Bangka belitung) karena kami mau bertolak ke Jakarta, untuk merayakan lebaran disana. Pesawat kami akan jalan pukul 17.00 karena jarak rumah dengan bandara tidak terlalu jauh maka kami berangkat dari rumah jam 16.30 itu jg sbnarnya gak disengaja krna nenek dan tanteku lumayan rbet brg bawaannya bnyak sdh sperti mau keluar negeri mana bawa rambutan sgalaaa berkantong-kantong oleh-oleh sih katanya *haduuuh di Jakarta jg bnyak rambutan kelesss* haha ketika sedikit lagi akan sampai bandara tiba-tiba saja nenek saya bilang kalau handphone nya tertinggal, oke disitu kami muter balik terus ngambil handphone nenek, pas dicek-cek sudah tidak ada lagi barang yg tertinggal kita langsung jalan lg menuju bandara, sebenarnya disini kita sdh uring-uringan karena takut tertinggal pesawat, tp akhirnya pas sampai dibandara msh ada waktu 10 menit untuk kita check in dan ketika dalam proses check in tante ku lupa membawa KTP nya akhirnya petugasnya blg kalau tdk ada KTP maka, tidak bisa! Trs petugasnya jg nanya: ibu ada kartu apa gtu trs tanteku geleng-geleng ya krna memang dia tidak ada kartu apa-apa sbagai tanda pengenalnya hahaa Trs nenek ku blg sogok aja sogok *ngomongnya kenceng* trs petugasnya blg : maaf kami tidak bisa disogok! Haha mau gak mau aku telepon sepupu suruh dia bwain KTP tante, tp telp gak diangkat-angkat jelas pesawat sdh mau berangkat, dan tampang tante aku itu udh hopeless bangettt haha ngerasa bersalah kali ya dia cuma diem trs tante srh kita smua brgkat aja menuju Jakarta, biarin dia disini, mamaku disitu jg sudah marah-marah tp kasian kalau tante gak ikt kami brgkat ke Jakarta, soalnya ngeliat dia yg plg excited mau ke Jakarta ditambah barang bawaannya yg buanyaaaak banget + rambutan hahaha jd kalo ditinggal gak tega, masa hrs balik lg sndrian krumah dngan brg bawaan yg bnyak akhirnya kata mama kalau tanteku gak pergi yd kita semua batal aja tp mikir jg tiket sdh dibeli sayang bngt kalau gak pergi dan akhirnya sepupuku tiba-tiba dtg bawain KTP. Syukurrrrr msh diberi kesempatan, stelah check in slesai kami lngsung buru-buru naik peswat, sumpah baik banget peswat itu nungguin kami, org-org smua sdh msk ke dalamnya dan hanya kami sekeluarga yg blm nongol-nongol kira2 wktu sdh terbuang 20 menit kali. Pas kami sekeluarga msk lngusng itu bbrapa penumpang mukanya beteee hahaha gara2 kami jd delay 20 menit pesawatnya. Trs kata mama : kita berasa keluarga presiden yak! Pake ditungguin segala hahha.

    Twitter : @agnssaxu

    *note* sebenarnya aku tinggal di Jakarta lbh tepatnya Tangerang haha tp wktu lburan kami main ke Bangka dan memutuskan untuk plg merayakan lebaran H-1 sebelum lebaran. Sekalian tante dan nenek mau merayakan lebaran disini hehehe

    Mbak ulang tahunnya tgl 8 agustus ya? Hehe

  16. Kejadiannya sekitar mungkin 10 atau 9 tahun lalu pas saya masih kelas 1 atau 2 SD, saya lupa. Waktu itu setiap tahun masih suka mudik-mudik dari Serang ke Solo. Kalau sekarang, karena udah pindah ke Solo, jadi gak mudik-mudik lagi, hehe.

    Jadi ceritanya, abis lebaran sekitar H+ berapa gitu, rencananya mau menikmati Solo, kan sayang udah jauh-jauh dari Serang, tapi di Solo cuma ngedekem di ruang Mbah Putri aja. Jadi sekeluarga inti (papah, adek, dan kakak, minus mamah, gak ikut) akhirnya jalan-jalan, papah ngajak ke Tawangmangu.

    Pas sampai Tawangmangu, seneng banget kan bisa liat alam kayak gitu, jalan-jalanlah kita sampai atas yang harus naik tangga banyak-banyak. Karena capek, berhenti sebentar di warung kecil gitu. Saya belinya nyam-nyam, waktu SD itu makanan favorit saya soalnya. Belum habis nyam-nyam saya, udah diajak jalan lagi, katanya biar gak kesorean. Jadi saya nerusin jalan sambil bawa dan makan nyam-nyam di tangan. Lagi asik-asiknya, tiba-tiba ada monyet dari jauh deketin saya, saya terus kaget dan yang dipikiran saya cuma satu: lari. Saya kira monyet itu mau nyerang saya, takut banget waktu itu. Apalagi terus temennya ikut ngejar, jadi ada 2 monyet yang ngejar. Beneran deh, saya gak ngerti kalau ternyata monyet itu mau nyam-nyam saya, dan saya gak tau kalau emang dilarang bawa-bawa barang di luar gitu (untuk menghindari diambil monyet). Saya terus lari sambil nangis, muter-muter, teriak-teriak manggil mamah dan minta tolong udah kayak di serang monster. Semua pengunjung yang ada di situ terus ngeliatin saya sambil ketawa-tawa. Akhirnya, nyam-nyam saya jatuh pas lari-larian itu, dan monyet-monyetnya pun berhenti ngejar, ngambil nyam-nyamnya. Tapi karena belum sadar kalau ternyata monyetnya ngejar nyam-nyam bukan saya, saya masih lanjut lari-lari. Setelah sadar, langsung cari papah dan minta peluk samil masih sesengukan abis nangis campur ngos-ngosan capek laroi. Papah, kakak dan adek saya malah ikut-ikutan ketawa. Malu banget.

    Sampai sekarang, itu masih jadi bahan bercandaan keluarga. Menyedihkan sekaligus lucu aja kalau diinget-inget lagi. Mungkin itu teguran ya, kalau makan gak boleh sambil jalan, hehe.

    Oh, iya. Selamat Idul Fitri ya, Mbak. Mohon maaf lahir dan batin.

    @deasyds.

  17. sintadeka says:

    Pernah tidak merasakan mudik lebaran tanpa macet dan gratis? Saya pernah dan itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidup. Pengalaman mudik kami yang super unik terjadi 3 tahun yang lalu. Kenapa unik karena suami memenangkan undian mudik dari Telkomsel. Padahal, kami berdua iseng-iseng mencoba mudik gratis dengan memasukkan poin kami. Tapi hanya suami saya yang menang. Walaupun dia yang menang, tetapi kami tetap bisa pulang berdua karena mendapat tiket untuk dua orang. Alhasil, kami jingkrak–jingkrak kegirangan, karena tidak ada rencana untuk mudik. Maklum, kami tidak merayakan Lebaran, tetapi mumpung libur tidak ada salahnya menghabiskan waktu bersama keluarga besar suami sekalian menjemput anak kami yang sudah duluan tinggal di Yogayakarta. Kami berpikir suasan bakal ramai dan dan tidak menyenangkan. Ternyata 180 derajat berbeda. Telkomsel benar-benar memanjakan para pelanggan. Bak selebritis berjalan di karpet merah, kami berbaris untuk masuk di stasiun Gambir. Setelah itu, kami diberi souvenir bantal dan kaos. Kaos merah bergambar kereta api yang bertuliskan “ Mudik Gratis bersama Telkomsel” yang diberikan segera kami pakai. Di koridor jalur masuk di bawah tangga sudah tersedia tempat duduk berjer rapi layaknya mau ada konser dengan panggung di depan kami. Sambil duduk menunggu kami dan disugguhi musik dan tentu saja games yang menarik yang berhadiah pula. Wah seru dech.…. Setelah Magrib, kami berbuka bersama. Telkomsel menyediakan makan dan minum untuk berbuka puasa. Lengkap sudah pelayanan Telkomsel. Dalam hati’ Aje gila nich Telkomsel, dah gratis naik kereta dapat souvenir, makan, dan dihibur pula”.
    Jam menunjukkan pukul tujuh malam, kereta Sembrani jurusan Surabaya sudah datang, kami diminta naik dan duduk sesuai dengan nomer tiket. Kami dapat majalah gratis dan juga tajil dalam kereta yang berkelas eksekutif ini. Selama perjalanan, Telkomsel juga memberikan games-games yang interaktif dengan hadiah aneka ragam. Suasana menjdi akrab dengan para penumpang dan selama perjalanan kami dilayani dengan baik.
    Kami turun di Stasiun Tawang, Semarang jam 2 pagi. Tiket kereta yang kami menangkan memang jurusan ke Surabaya, tidak ada yang ke Yogyakarta. Setelah beristiraht sampai selama 4 jam, kami mencari taksi menyambung perjalanan ke Yogyakarta. Selama perjalanan menuju Yogyakarta lancar tanpa macet. Hanya 2 jam kami sampai di Yogyakarta dengan selamat dan bertemu keluarga dan anak kami dengan sukacita.
    Pengalaman mudik kami ini memang mengesankan. Siapa sangka kami bisa ke Yogykarta dengan biaya relatif murah dan mendapat tiket gratis menjelang Lebaran. Rejeki memang misterius, diterima dan disyukuri saja karena tiap mencoba untuk ikut undian mudik gratis lagi kami tidak berhasil.

    Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir dan batin

  18. Dion says:

    Saya mudik cuma 5 km, pindah doang dr Sleman ke Klaten. Tp walo deket, mudiknya ke pelosok juga sampe siaran TV yg nyaut cuma Indosiar wkwk. Pengalaman unik, thn ini saya ‘mudik’ duluan pas malam lebaran. Kebetulan eyang putri sendirian jd mulai malam takbiran saya sudah harus stand by. Rumahnya eyang itu tepat di pojok desa, deket kebon yg banyak pohon2 besar, mana sumurnya msh di luar dkt kebon! Jadi stengah 10 malam saya nimba air (iya, msh pake sumur timba dan blm pompa air) dan berasa ada yg mengawasi dr arah kebon yg gelap. Merinding kan ya, mana sendirian. Jd saking takutnya, saya turunin ember timba ke sumur trus tarik ke atas, dan… embernya kosong! Saya turunin lagi, tarik lagi, kosong lagi. Itu sampe 3x lho. Usut punya usut, ternyata saya terlalu cepat menarik ember timbanya jd airnya blm sempet masuk muahahaha yaiyalah takut gitu maunya kan cepet2 ya. Akhirnya setelah 10 menit menimba (buset itu pdhl sumurnya cuma 3 m dalamnya) akhirnya saya berhasil bertahan dan mendapatkan setengah ember air. Karena msh merasa ada yg mengawasi, saya langsung ngibrit aja dan embernya ditinggal. Udah parno duluan :p twitter: @dion_yulianto l fb: Dion Yulianto

  19. Haloo mbak mau ikutan yaa hehehe
    Gatau bisa dibilang mudik atau engga, waktu itu sekitar bulan januari 2012 saya an teman sekelas dalam perjalanan menuju yogyakarta. Sekitar jam 9 pagi kami serentak panik karena telpon dari salah satu teman saya. Dia menelpon kalau dia tertingal di daerah nganjuk. Kami kaget karena saat itu kita sudah di daerah yg cukup jauh.
    Dengan keadaan panik dan ketakutan dia bercerita.
    Ternyata saat bisa kami berhenti sebentar di SPBU dia yg kebelet buang air kecil buru-buru ke toilet. Karena buru-buru dia sampai salah pake sendal alias pake sendal sebelah-sebelah dengan sendal teman saya yg perempuan. Anehnya lagi, sebelum melanjutkan perjalanan panitia sempet bertanya apa teman sebelahnya lengkap. Karena teman sebelah teman saya itu lagi tidur pulas jadi dia ga sadar teman sebelahnya menghilang.
    Yang lucu adalah dia ga bawa handphone, dan dia sampe pinjem ke petugas spbu dan nelpon ke orang yg dia inget nomornya alias mantannya *uhuk*. Akhirnya mantannya ngasih tau nomor salah satu dari kita yg dia kenal deh. Waktu nelpon yang ada kita ketawa-ketawa bukannya kasian. Abis itu dia nyusulin kita naik motor sekitar 2 jam perjalanan. Sampe sana dia cerita dengan lemesnya dan kita tetep ketawa ketawa. Dan sekrang kita fix julukin dia duta nganjuk. Apapun kalau berhubungan sama nganjuk kita langsung inget dia hehehehe
    Selamat mudik yaah mbk, selamat ulangtahun jugaaa :))
    (@febynia)

  20. Juliardi says:

    Ceritaku mungkin agak konyol, dan ngenesin.

    Kejadiannya kira-kira dua tahun yang lalu. Aku dan beberapa teman yang magang di salah satu perusahaan akan pulang dari Bontang ke Jakarta. Seneng luar biasa dong. Akhirnya kamipun berangkat ke Bandara Sepinggan dengan mobil travel. Di sepanjang perjalanan, yang lain tidur lelap, tapi aku melek terus ga bisa tidur karena terlalu exciting akan pulang.

    Aku ingat betul hari itu tanggal 25 Juli. Bolak-balik aku tengok tiket pesawat sambil senyum-senyum sendiri. Kebetulan akomodasi kepulangan kami diurus kantor tempat kami magang, termasuk tiket pesawat yang aku pegang. Sampai beberapa puluh menit sebelum sampai bandara, ada sesuatu yang janggal di lembar tiket yg kulihat. Ada yang salah, aku jadi merinding. Teman-teman masih tidur di dalam mobil.

    Ya Tuhan… Kantor kami salah booking tiket! Bukannya untuk tgl 25 Juli, tapi malah 25 Agustus! OMG! Aku panik! Masa iya, gara-gara ini kita bakal jadi gelandangan di bandara selama sebulan! Teman-temanku yg tadi pada tidur langsung syok berjamaah pas aku kasih tau.

    Aku langsung hubungin kantor, dan mereka segera tangani. Tuhan, semoga ada kursi kosong di tanggal itu. Nggak bisa bayangin lima mahasiswa kere jadi gelandangan di bandara karena salah booking tiket! Akhirnya, siang itu kantor kami bilang kalo mereka sudah booking ulang. Tiket untuk tanggal 25 Juli penerbangan jam 20.00, yang berarti kami harus nunggu 8 jam lagi!

    Aku dan teman-teman cuma bisa berdoa supaya gak ada ‘kejutan’ yg bikin syok lagi. Setelah lama menunggu, akhirnya jam menunjukan hampir pukul 8 malam. Kita buru2 ke boarding pass.. Ye ye ye, akhirnya pulaaaang…

    Tapi, pas sampe boarding pass, suara seorang wanita bergema dari speaker, mengumumkan: Mohon maaf, penerbangan ditunda dua jam!

    Allahuakbar! Mau pulang kok gini-gini amat yaaaaaaaa! :((((

    Twitter: @juliardi_ahmad

  21. hai, mbak uci! maaf lahir batin yaa…

    jadi, ceritanya, sekitar tiga tahun lalu aku kepingin hemat saat mudik. jadilah ikut program mudik gratis yang disediakan perusahaan swasta. pergi ke tempat kumpul bis-nya jam 8 pagi. dijadwalkan bis dateng jam 10. eh ternyata baru dateng jam 12 siang. pas dateng, langsung duduk manis, minum antimo biar nyenyak tidur. beberapa jam kemudian kebangun, ngulet, kucek mata, lalu liat keluar jendela, “kira-kira udah sampe mana yaaa…” dan uh oh, ternyata bis-nya belum jalan sama sekali. a.k.a. masih ngejogrok di tempat yang sama. hadeh… T_T

    @swistien

  22. Ipeh Alena says:

    Selamat Idul Fitri Mbaknya.

    Saya kelahiran Bekasi, tinggal di Bekasi dan besar di Bekasi. Intinya nggak pernah merasakan mudik selain dari satu kampung ke kampung lain di Bekasi juga.

    Tahun ini istimewa karena saya bisa merasakan peristiwa langka dalam hidup yaitu mudik, meski numpang di kampung orang. Tapi rasanya tetap sama.

    H-2 kami berangkat dari Bekasi ke Surabaya. Jam 9 malam dimana tol cikampek ditutup dan dialihkan melalui tol sadang. Macet dan lumpuh alias nggak bergerak Mbak. Masih semangat mbak saya. Tapi ketika jam 6 pagi dan macet total terjadi lagi di Indramayu, di sinilah saya tersiksa mbak.

    Bayangkan saja pagi hari adalah saat alarm alamiah saya berbunyi. Hingga makanan sahur beberapa jam lalu minta dikeluarkan. Sementara posisi kami masih berada dihimpitan sawah yang masih berkabut. Saya nggak pernah memperhatikan bagaimana kucing buang air. Tapi, saat itu saya akhirnya mempelajarinya juga. Bagaimana cara membuat lubang ditengah sawah yang sepi. Dalam hati berdoa saya mbak, semoga nggak ada orang yang lewat. Botol air mineral ukuran besar sudah saya siapkan. Karena saya tidak bisa mengikuti ajaran si kucing dengan mengelap di rumput. Jadi setelah selesai, meski harus berkonsentrasi penuh dan berusaha membayangkan sedang berada di rumah. Akhirnya tuntas juga hajat saya. Kemudian tak lupa saya menutup hajat dengan menutup lubang galian. Botol air mineral 2 liter habis tanpa sisa.

    Lega, pastinya mbak. Awalnya saya sedikit malu. Tapi ternyata saya nggak sendiri mbak. Agak menjelang siang, banyak juga para pemudik yang terinspirasi jejak saya. Bersyukur saya sempat tidak meninggalkan jejak di tempat perhelatan hajat. Jadi saya sedikit tenang mbak.

    Begitulah Mbak rasanya mudik dan terkena macet parah. Tapi saya nggak kapok mbak. Walaupun ditotal bagi pemudik pemula seperti saya yang menempuh Bekasi-Surabaya selama 40 jam. Saya tetap senang dan berniat ingin numpang mudik lagi.

    Semoga kisah ini nggak bikin mbaknya mules ya. Dan semoga nggak didiskualifikasi.

    @ipehalena

  23. nancysitohang says:

    Sore itu, saya berdiri di pinggir jalan, menanti bus yang akan membawa saya pulang.

    Dari arah belakang, saya mendengar seseorang berbicara dalam bahasa Batak. Kira-kira artinya begini, “Jangan ganggu perempuan itu. Ia orang kita.”

    Saya celingak-celinguk. Tak ada perempuan lain, kecuali saya, di situ.

    Penasaran, saya menoleh ke belakang. Pemilik suara tadi ternyata seorang penjual minuman. Bagaimana ia bisa tahu kalau saya orang Batak? Selama ini, orang selalu menyangka saya orang Tionghoa karena mata saya sipit dan kulit saya terang.

    Penasaran, saya membeli segelas air putih kemasan dan bertanya kepadanya, “Kok tahu, saya orang Batak?”

    Santai ia menjawab dalam bahasa Batak, “Bohim marsuhu-suhi.” Atau, “Tahulah, wajahmu persegi gitu.” Geometri banget gak siii😀

  24. artatie says:

    ikutan kuis ya mbak…
    karena gak punya desa saya dan suami yang waktu itu belum pny krucils memutuskan untuk menghabiskan lebaran di jogja….dengan modal nekat dan uang sangu yang pas pas an…saya dan suami booking bis waktu itu pake bis rosalia indah……..nekat aja arena mrni belum pernah kesaa dan gak ada teman ato sodara disana….waktu itu kita pikir pasti sepi krn orang2 pada mudik jadi jogja pasti sepi tapi ternyata alamaaaaak…perjalanan surabya jogja jadi 12 jam….sudah gitu karena nyampenya malam sekitar jam 9 an,,,kita belum dapat kamar hotel…semua penginapan full booked sampai yg rumah2 pun full…yaaaach panik deeh….akhirnya turun terminal kita naik taxi dan mintain tolong buat carikan hotel si supir minta 100 ribu adpt hotel…karena gak tau akhirnya kita sih iyain aja…eeh ternyata tuh hotel gak jauh dari terminal dah dapat ya klo naik taxi plg hbs 25 ribu…..haa sodakoh ke supir taxi….besoknya pas kita jalan2ke tempat wisata waktu itu ke keraton naik becak si pak becak minta tarif 15 rib ternyata oh ternyata perjalanannya cuman 50 meteran dari tmpt kita naik becak xixiixixixixixi kena deh mentang2 turis…..udah gt pulangnya mau ke pasar diputer2n sama tkang becak dioper2ke sentra pia terus ke kyk tmpt wisata kolam renang saya lupa namanya terus terakhir ke sentra kain yg kyk didalam gang gitu…..sepertinya jauh tapi ya sebenernya muter2 aja di area situ….kena 25 ribuan dehh…..mungkin tampang saya dan suami kayak pendatang gt ya…..
    hari kedua dan ketiga gak ada halangan……pas mau plg krn gak pegang tiket bis ato kereta nekat aja nyari di stasiun kereta sudah full booked ke terminal nyari rosalia ternyata gak ngangkut penumpang dari jogja dia berhenti dicilacap…alamaaaak…..bingung…….akhirnya nekat naik travel….nyari travel juga susah banget akhirnya dapat katanya mobilnya elf gt bagus ternyata oh ternata yg dtg mobil hiace lama gt…ya sudahlah karena terpaksa suami besoknya musti kerja kita gak banyak protes…..pulang ke sby….lha ternyata sopirnya ngantuk, karena suami duduk di depan jd tau klo supirnya ngantuk berat…..hampir nabrak beberapa kali…..akhirnya si sopir ijin istrht setengah jam buat tidur……setelah itu lanjut perjalanan sby……..alhamdulilah si pak supir bisa nahan kantuk dan selamat sampai di sby..segitu aja pengalaman mudik di kota orang….

  25. Jadi ini kejadian pas aku masih SMP. Waktu itu aku sama keluarga aku mau mudik dari Indramayu ke Majalengka. Deket sih…. tapi lewat titik yang sering macet, jadi lumayan agak lama.

    Udah sekitar 3 jam perjalanan tapi belum sampai juga, pas lagi macet-macetnya, mama aku tiba-tiba mules pengen BAB. Kalo diliat dari mukanya, mamaku udah gak bisa nahan lagi…

    Karena kasian, akhirnya aku anterin mamaku nyari WC umum. Sayangnya gak ada… Akhirnya kita jalan jauh dan nemu rumah-rumah warga…

    Nah, mamaku akhirnya numpang BAB deh di salah satu rumah warga. Pas udah selesai, akhirnya kita balik lagi ke mobil yang cuma maju berapa meter doang…

    Yang bikin lucu itu, pas di mobil mamaku cerita pas di WC rumah warga itu kan lampunya gak terlalu terang, mamaku gak yakin udah nyiram feses *bahasanya ilmiah amat yak…* yang dikeluarin mamaku itu udah bersih apa belum…

    Maafkan aku kak kalo emang agak jorok….

    Twitter: @fauziahnadha

  26. Denny Ardhianto says:

    Selamat hari Lenaran, mbak. Maaf lahir batin yaa.

    Entah ini lucu apa enggak, tapi menurutku ya agak… menyedihkan.
    Dulu banget kan aku mudiknya (masih) via bus ekonomi. Tau sendiri kan bus ekonomi itu kayak gimana, panas, sumpek, bau campur macem macem. Aku mudik ke Purwodadi, ya deket lah dari Semarang. Haha.
    Waktu itu lagi asyik asyik ngobrol sama kakak, kebetulan posisiku paling pinggir (bukan dekat jendela) dekat tempat jalan (tengah). Nah ada tuh orang yang nyamperin aku, colek colek (disini jangan bayangin coleknya sama kayak colek pas ngegoda wanita ya :v). Nah, saking asiknya ngobrol sama kakak, aku dada dada (ngusir) tuh ke orang yang nyolek aku, karena dalam pikiranku, “Aah, pasti itu pengamen.” Dan langsung pergi tuh orang. Setelah berselang beberapa detik, aku heran kenapa sekitar aku duduk pada ketawa ke aku, bahkan kakakku sendiri ikut ketawa (kurang ajar!). Lalu aku tengok sekitar cari tau kenapa mereka ketawa. Trus ada seseorang ketawa tuh, dia pegang uang (yang kayaknya dia yang nyolek aku tadi, dan dia mas mas), melambaikan tangan ke aku.

    Lama-lama aku nyadar.

    Duh, muka langsung merah malu ini aku. Ternyata dia itu KONDEKTUR bus ekonomi Semarang-Purwodadi. Dia minta ongkosnya, tapi aku menolaknya karena aku kirain pengamen. Aduh, kurang ajar banget aku ini. Udah gitu, kondekturnya diem aja gitu, ngerjain aku abis. Malu duh malu.😦

    Udah gitu aja, terima kasih.

    Email: ardhianto(dot)denny(at)gmail(dot)com
    Twitter: @deniash
    Facebook: Denny Ardhianto (friend requestku di accept dong mbak, haha)

  27. Sebenarnya ini bukan tentang mudik lebaran, lebih tepatnya kembali pulang setelah melakukan perjalanan keluar kota.

    Aku dan keluarga berangkat dari Bali untuk mengantarkan pindahan. Maklumlahyaa, mahasiswa baru diterima di universitas di luar pulau. Bapak, mama dan kedua adikku langsung ikut nganterin pas pertama kali aku tinggal di Malang sebelum masa Ospek.
    Cerita lucunya itu ketika keluargaku dalam perjalanan pulang ke Bali setelah meninggalkanku begitu saja *halah*. Jadi, waktu itu mereka pulang naik bis malam berangkatnya jam 6 sore dari Malang. Menurut cerita mama, selama perjalanan selain mengobrol dan memperhatikan pemandangan sekitar, mereka juga tertidur. Mama duduk sebelahan dengan seorang ibu-ibu yang tidak dikenal, sedangkan bapak duduk bersama kedua adikku. Ketika semua orang udah tidur, tiba-tiba mama membuat kegaduhan di dalam bis sampai semua orang panik karena kaget. Tanpa penyebab apapun, mama berteriak, menjerit-jerit dan mengucapkan kata yang tidak jelas. Dengan refleks, ibu-ibu yang disebelahnya langsung menepuk tangan mama berkali-kali sampai mama berhenti berteriak. Ternyata mama mimpi buruk pemirsah ~
    Mama bilang, dia mimpi kalau bis yang ditumpangi itu dikemudikan sama seorang cewek. Bis itu ngebut banget dan hampir masuk jurang. Pantesan mama jerit histeris sampai di alam nyata-_-
    Sampai sekarang, aku masih suka godain mama kalau mau numpang di angkutan umum atau di mobil orang. “Ma, jangan tidur ya.. nanti bikin heboh lagi” haha..

    Thanks kakak, wish me luck🙂

    Twitter @rinicipta
    FB : Rini CIpta Rahayu

  28. saptorini says:

    Ini cerita ngenes sebetulnya. Tapi saudara-saudara saya malah tertawa ketika mendengarnya.
    Jadi begini ceritanya.
    Tahun kemarin kami (tinggal di Solo) mudik ke Jakarta dengan kereta api. Agar kedua anak kami tak bosan, suami memilih balik ke Solo dengan kereta pagi pukul 7. Di perjalanan, suami berharap anak-anak dapat melihat pemandangan.
    Karena tak ada kereta pagi sampai Solo, jadi suami memutuskan naik KA Jakarta-Kutoarjo. Nanti dari Kutoarjo disambung prameks. Alasannya, kalau naik prameks dari Jogja bakal penuh dan khawatir tak kebagian tempat duduk.
    Pukul 3 sore, kami turun di Kutoarjo. Ternyata loket Prameks belum buka. Kami pun sholat dan makan dulu. Selesai makan, suami kembali menuju loket Prameks. What? ternyata antrian sudah sepanjang Sungai Bengawan. *lebay
    Setelah antri cukup lama, tiba-tiba petugas mengumumkan kalau tiket Prameks habis. Lho, kok bisa? Padahal Prameks berangkat dari stasiun Kutoarjo, harusnya masih ada kapasitas tempatnya, dong.
    Apesnya lagi, Prameks berikutnya tidak beroperasi. Apa? Saya langsung panik. Saat itu hari sudah gelap, hujan deras mengguyur.
    Suami mencoba alternatif rental mobil. Hoh! Masak dari Kutoarjo-Solo mereka kasih harga 500 ribu? Mahal pakai banget.
    Setelah diskusi dan sedikit emosi (karena panik dan kasihan melihat wajah lelah kedua anak saya), kami putuskan naik bus.
    Banyak becak motor menawarkan tumpangan ke Terminal. Setelah nego, kami dapat harga 15 ribu. Saya bingung saat bentor itu menurunkan kami di depan sebuah gedung yang sudah tutup. Itu artinya, bentor hanya berjalan menyeberang jalan depan stasiun, bukan ke terminal. *menyumpah
    Dengan pasrah, kami menunggu bus. Tapi, setiap kali bus datang, penumpang menyerbu seperti lebah bertemu gula. Akhirnya kami dapat naik ke bus yang menuju ke Solo. Saat itu pakaian kami basah kuyup karena tak bawa payung.
    Bus sangat penuh, sehingga kami berdiri. Syukur ada penumpang yang baik yang menawari tempat duduk untuk kedua anak kami. Tapi, ternyata atap bus bocor tepat di atas tempat duduk si kakak. Kasihan.
    Sampai di terminal Jogja, penumpang tinggal beberapa. Bus ngetem cukup lama. Mungkin cari penumpang tambahan ke Solo.
    Tiba-tiba kondektur meminta kami turun dan pindah ke bus yang akan ke Solo. Dengan menahan emosi kami turun. Begitu melihat bus yang akan membawa kami ke Solo, saya langsung menolak. Saya tahu reputasi bus itu. Bus pencabut nyawa. Ogah pakai banget. Dan kami pun mencari bus lain dan merelakan ongkos yang sudah kami bayar sampai Solo.
    Hujan masih mengguyur. Lagi-lagi kami diuji. Tak ada bus yang mau mengangkut kami. Semua bus di terminal sudah penuh. Rasa panik memuncak.
    Kami kebingungan. Akhirnya suami memesan taksi. Tapi, berkali-kali dihubungi tak bisa nyambung. Oh Tuhan.
    Si kecil mulai menangis karena lelah dan mengantuk. Suami berjalan entah ke mana. Saya pasrah. Terminal Jogja jauh dari pusat kota, terletak di ring road selatan yang sepi. Saya tahu tak ada hotel di daerah itu.
    Syukurlah, akhirnya ada bus ke Solo yang masih menyisakan tempat duduk. Busnya bersih dan lapang.
    Kedua anakku tertidur selama perjalanan. Sampai di Solo pukul 11 malam. Tak ada transport lan, selain taksi. Syukurlah masih ada taksi mangkal di sekitar halte.
    Niat membuat nyaman anak-anak berubah jadi petualangan menaiki segala macam model transportasi.
    Kereta api-bentor-bus-taksi.

    @Saptorini
    FB: Saptorini

  29. bruziati says:

    Sesuai janji saya, memasuki usia ketiga puluh…. *ilang sinyal*, kini saatnya mengumumkan pemenang Kuis Looking for Alaska berhadiah novel dan oleh-oleh mudik dari Solo. Sebenarnya yang ceritanya menarik ada lebih dari tiga orang, tapi karena hadiahnya cuma tiga (hehehe), saya memilih: Melita Irma, Ipeh Alena, dan Denny Ardhianto. Selamat yaa🙂 Silakan kirim alamat dan nomor tlp. ke email bruziati@yahoo.com

    Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu ikutan kuis ini. Semoga tidak kapok yaa. Doakan juga semoga saya selalu sehat supaya bisa bagi-bagi buku lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s