Saya dan Goodreads Indonesia

67815_4979930745034_1926131597_nJujur saja, saya bukan orang yang supel dan mudah bergaul sana-sini, atau ikut komunitas ini-itu. Saking pemalunya saya, sampai-sampai pernah ada teman yang ‘mengusulkan’ agar saya ganti zodiak, karena katanya orang Leo seharusnya nggak introvert kayak saya begini, hahaha.

Jadi cukup hebat juga bahwa pada suatu hari Minggu di  bulan Juli 2009, saya melangkahkan kaki sendirian ke restoran Pandan Hijau di daerah Rawamangun, cukup jauh dari rumah saya di Sawangan, untuk menghadiri kopdar akbar Goodreads Indonesia (GRI) yang kedua. Biasanya saya pasti cari teman dulu kalau datang ke acara yang orang-orangnya belum saya kenal baik. Memang ada yang sudah saya kenal lama, seperti Amang dan Vera, sesama alumni FISIP, tapi yang lain baru kenal secara online.

Dan sejak itu, saya tidak ragu lagi untuk seru-seruan bersama GRI. Mungkin karena komunitas ini berisi para pencinta buku, dunia yang tidak jauh dari keseharian saya, sehingga saya merasa nyaman berada di dalamnya. Bukan berarti saya juga aktif sih, cuma beberapa acara saja yang saya hadiri, dan saya nggak pernah membaktikan diri sebagai pengurus atau moderator seperti teman-teman lain. Tapi yang jelas saya dapat banyak teman baru yang keren, walaupun kebanyakan lebih muda dari saya hehehe.

30517_1483600898171_1951303_nDi GRI saya merasa pekerjaan yang saya tekuni sebagai penerjemah buku begitu dihargai, karena perhatian teman-teman (eh bener kan perhatian? :P) setiap kali ada buku terjemahan saya yang baru terbit. Belum lagi obrolan dan pembahasan tentang penerjemahan buku yang beberapa kali diadakan oleh GRI. Sampai penghargaan penerjemah favorit yang diberikan kepada saya tahun 2010. Nggak tahu sih itu beneran favorit atau karena nggak enak sama saya😀

8266064362_4d95230f74_z

Di GRI saya juga tambah berani berbicara di depan umum, setidaknya sebagai moderator di acara Festival Pembaca Indonesia atau acara klub buku.

Tapi terutama, saya merasa beruntung karena bisa bertemu orang-orang yang bukan hanya asyik diajak ngobrol soal buku, tapi juga enak diajak main, makan, nonton, jalan-jalan, sampai curhat🙂

cats

Jadi, saat mendengar ribut-ribut akuisisi Goodreads oleh Amazon, yang menjadi perhatian saya tentu saja komunitas GRI. Banyak teman lain saya rasa juga merasakan hal yang sama. Walaupun ikut menyayangkan pembelian yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi kenetralan Goodreads, saya memilih tidak menutup akun, karena masih merasa nyaman menuliskan kesan dan berbagi komentar tentang buku di sana. Di lain pihak, saya juga tidak buta menyangkut perubahan yang mungkin terjadi, karena dengan mengeluarkan uang sampai 1 miliar dolar, tentu ada keuntungan bisnis yang diharapkan Amazon dari Goodreads.

Tapi perubahan macam apa, saya tidak tahu. Keuntungan bisnis macam apa, saya pun tidak tahu. Saya bukan analis dan tidak pandai menganalisis. Saya hanya pembaca buku yang bahagia kala menemukan Goodreads dan Goodreads Indonesia, karena seperti menemukan rumah baru.

Bila tulisan ini terkesan lebay dan sok sentimentil, biarlah. Saya hanya berharap semoga komunitas GRI tetap eksis walaupun, misalnya, goodreads sudah tidak ada lagi. Mungkin bisa ganti nama menjadi pelahap buku (karena banyak anggotanya yang doyan makan) atau buku berjalan (karena banyak pula anggotanya yang suka jalan-jalan). Mudah-mudahan GRI dan berbagai acara bermanfaat yang sudah digelar selama ini akan terus hadir dan tidak pernah berhenti menyebarkan kebaikan membaca. Semoga.

32 comments on “Saya dan Goodreads Indonesia

  1. mute says:

    waaah samaaan, aku pertama nongol juga yg di pandan hijaaau… ga kenal siapa2 jugaaa😀

  2. saya oportunis…menunggu saja apa pun yang bakal terjadi, tapi mungkin gak akan ngehapus akun, kecuali ada ruginya kalau akun itu masih ada.

  3. indrijuwono says:

    aku pertama di JRM2, tapi baru aktif habis acara pandan hijau..
    senang kenal kalian semuaaaa….

  4. Fawwa says:

    Wah ada foto aku!! ^^
    *peluk Mbak Uci dulu ah*

  5. nura says:

    numpang ngamen dimarih:

    *jreng*

    Well everybody got an opinion now, don’t they?
    But it ain’t no thing to me
    it really don’t make any difference now to me
    if you don’t like what you see
    I pay no mind to the negative kind
    cause it’s just no way to be
    I don’t stop to please someone else’s needs
    Gonna live my life for me

    I’m gonna keep on, gonna do my own thing
    We all got a song that we’re meant to sing
    and no matter what people say, or might think
    I ain’t going no place, no I’m here to stay
    Gonna keep on doing my thing
    Cause whether they love or they’re hatin’ on me
    I’ll still be the same girl I used to be
    And I ain’t going no place, no I’m here to stay

    I’m here to stay
    Whoa oh oh yeah (I’m here to stay)
    Whoa oh oh yeah (I’m here to stay)

    *ngulurin kantong permen minta recehan*

  6. daneeollie says:

    dan gara2 GRI jga akhirnya aq tau nama Mbk Uci n ktmu lgsg walo sblume takut2 n umpet2an dulu th 2012 lalu :”)

  7. bondbo says:

    gudrit emang paling oke! blm pernah ada komunitas seperti gudrit sepanjang hidup saya, di sana saya menemukan cinta

  8. tezar says:

    ketemu pas irf ya mbak🙂

  9. Roos says:

    Senaaaaaaaaaaaaaaaaang bisa kenaaaaaaaal semua, semoga semua masih senang ngariung di Goodreads…apapun yang terjadi kita hadapin bersama…hahahaha. LANJUTKAN!!! *halah malah kampanye* :-p … *BIG BEAR HUGS*

  10. nafasdunia says:

    waduh…
    aku baruuu aja bikin akun goodreads. nggak tahu apa pengaruh akuisisi itu:/
    (tapi masih enak buat ngeksis kan? :D)

  11. Dina Begum says:

    Aku mau jadi pelahap buku berjalan…. *ikutan group hug*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s