Mencicipi Novus Puncak

Sebenarnya sudah lama ngintip-ngintip tempat ini, tapi baru sekarang kesampaian menginap di sini. Nggak diniatin juga sih, tapi berhubung udah lama nggak liburan berdua, Eko saya paksa jalan-jalan, walaupun cuma ke puncak. Yang penting ada refreshingnya. Dari Depok naik kereta api sampai stasiun Bogor, terus ganti kendaraan umum dua kali, sampai deh persis di depan Novus.

Akhir pekan itu Novus cukup ramai karena ada rombongan kantor, jadi kamar yang tersedia mulai dari deluxe balcony. Kamar standard dan superior yang paling murah sudah habis. Tapi untung juga kami pilih deluxe balcony, karena dari kamar kami pemandangannya langsung lembah, benar-benar penyegaran buat mata. Kalau dapat yang menghadap tempat parkir atau kolam renang, duh males banget. Nggak privat rasanya.

Kamarnya lumayan nyaman, walaupun TV belum flat screen. Tapi kan niatnya emang nggak nonton TV dong hehehe. Lantainya berlapis batu, bukan ubin. Kamar mandi juga luas. Oiya di pintu ke balkon ada peringatan untuk tidak memberi makan monyet. Jadi penasaran apa benar ada monyet yang pernah mampir ke kamar. Tapi selama kami di sana sih nggak ada.

Kalau yang ramai-ramai sekeluarga, paling enak pilih kamar suite, karena lebih luas dan ada yang dua tingkat. Ada juga yang dilengkapi kolam renang pribadi, jumlahnya lima kamar. Harganya tentu juga jauh berbeda…

Saat menginap di hotel, biasanya yang jadi incaran kami itu kolam renang. Sayangnya menurut kami kolam renang di Novus kurang menggiurkan. Kecil soalnya. Di samping kolam renang ada jacuzzi juga, tapi kami telat lihat. Padahal kosong tuh, tahu gitu pagi-pagi mestinya langsung nyebur aja ke jacuzzi.

Sementara dalam hal keramahan staf, bolehlah diacungi jempol. Semuanya sigap. Waktu kami jalan-jalan keliling kompleks hotel, seorang staf landscaper menawari kami buah samola yang pohonnya sedang dia rapikan. Kulit buahnya berbulu halus, dan rasa dagingnya seperti sirsak. Lumayan jadi tahu ada buah namanya samola🙂

Untuk makanan, saya cuma nyicipin satu menu. Stuffing chicken mushroom with black bean sauce. Saya pilih menu itu tentu saja karena ada jamurnya. Tapi menurut saya masakannya terlalu asin. Jadi saya nggak begitu menikmati. Menu lain saya nggak coba karena kami memilih makan di luar, di warung padang yang murah meriah🙂

Oiya satu lagi, kalau bawa anak-anak bisa diajak ke Rabbit Garden. Meskipun tidak terlalu luas, tapi bisa tanya-tanya dan main dengan kelinci dari berbagai varietas (cuma tiga sih yang kami lihat kemarin).

Overall, menginap di Novus akhir pekan lalu jadi weekend getaway yang menyenangkan buat kami. Mudah-mudahan lain kali bisa kembali ke sini dengan peningkatan tipe kamar. Masih ngiler sama kamar yang ini nih…

6 comments on “Mencicipi Novus Puncak

  1. helvry says:

    wah keren nih…bisa jadi alternatif buat liburan😀
    sstt..ratenya berapa inih mamih?

  2. Menarik juga nih… foto kelincinya mana mbak? hehehe…

  3. Saya juga baru saja dr novus hr sabtu kmrn ,bagus sih hotel nya.menurut sy, ada juga review nya di blog saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s