Goodnight Tweetheart…Selamat malam, Cinta

Judul : Goodnight Tweetheart…

Penulis : Teresa Medeiros

Penerjemah : Siska Yuanita

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : I, Desember 2011

Pertemuan romantis lewat internet sudah beberapa kali diangkat menjadi tema buku maupun film. Mulai dari zaman chatting, Facebook, dan sekarang Twitter. Salah satu favorit saya apa lagi kalau bukan You’ve Got Mail, yang diperankan Tom Hanks dan Meg Ryan.

Goodnight Tweetheart berangkat dari fenomena Twitter yang mewabah di mana-mana. Salah satu dialog dalam buku ini menggambarkannya dengan tepat : “Twitter itu pesta koktail tanpa henti di mana orang berbicara bersamaan tapi tidak ada yang mengatakan apa pun.”

Kisahnya sendiri tentang seorang penulis bernama Abby Donovan, yang setelah sukses dengan novel pertamanya, kini terpuruk dalam apa yang disebut sebagai writer’s block. Akibatnya, kontrak dengan penerbit besar terancam putus dan Abby bakal kehilangan semua kenyamanan yang dia dapat berkat kesuksesan bukunya, termasuk apartemen mewah berpemandangan Central Park dengan sewa 6500 dolar sebulan. Lalu Abby berkenalan dengan twitter, bertemu lelaki dengan id @MarkBaynard, dan menemukan kembali gairah hidup yang sempat padam. Hanya satu hal yang menjadi masalah, apakah Mark Baynard benar-benar nyata?

Kisah yang sederhana, dan bagusnya, dituturkan dengan tidak bertele-tele. Kekuatan novel ini tentu saja terletak pada dialog maya antara Abby dan Mark, yang dibatasi 140 karakter atau kurang. Mereka bersahut-sahutan dengan cerdas dan sangat ‘nyambung’ karena keduanya memiliki selera yang sama. Intinya memang itu. Semua orang mendambakan partner yang bisa diajak bicara tentang apa saja setiap hari, dengan selera humor yang tidak ‘jomplang’ dan selalu bisa mengucapkan kata-kata yang tepat di saat yang tepat. Di kota sibuk seperti New York, yang menjadi latar cerita, menurut saya itu adalah hal langka yang patut disyukuri. Konflik memang pasti ada, seperti yang dialami Abby dan Mark. Tapi apakah kau rela melepaskan ‘belahan jiwa’ seperti itu di saat kau telah menemukannya?  Seperti ditegaskan dalam salah satu kutipan: ” Populasi kota ini yang besar dan bervariasi merupakan berkat sekaligus kutukan. Kemerdekaan anonimitas bisa sangat memabukkan, hingga saat kau menyadari dirimu dikelilingi jutaan manusia yang tak satu pun peduli apakah kau hidup atau mati.”

Serunya lagi, Abby dan Mark selalu mengakhiri percakapan dengan saling menyapa menggunakan nama-nama tokoh film populer. Banyak yang tidak saya kenal tentu saja, karena saya bukan pengamat tulen. Tapi bisa dibayangkan betapa senangnya jika bisa berbalas sapa seperti itu dan pasangan kita menjawab dengan tepat. Dalam versi saya sendiri, mungkin saya akan bilang begini:

Saya : Selamat malam, Galih.                  Dia : Selamat malam, Ratna.

Atau di hari lain

Saya : Selamat malam, Ikal.                    Dia : Selamat malam, Aling.

Atau

Saya : Selamat malam, Rasus.                Dia : Selamat malam, Srintil

Dan yang paling ditunggu-tunggu serta paling sedap di telinga

Saya : Selamat malam, Rangga              Dia : Selamat malam, Cinta…

One comment on “Goodnight Tweetheart…Selamat malam, Cinta

  1. echa says:

    Gue: Selamat Malam ….
    Dia : …. (nggak jawab sama sekali)

    LoL *curcol*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s