Ide Itu Murah (Andai Saya Bertukar Tempat dengan Lauren Oliver)

Bertahun lalu, mungkin sekitar tahun 2008, saya pernah menerjemahkan / membuat subtitle untuk dvd edukasi tentang proses reproduksi manusia. Saya lupa tema persis dan uraian ilmiahnya, tapi yang paling nempel di kepala adalah bagian yang menjelaskan bahwa manusia dikaruniai naluri untuk memilih pasangan yang tepat untuknya. Bahkan ada penelitian yang meminta responden perempuan untuk memilih satu dari beberapa kaus bekas dipakai selama dua hari oleh pria yang berbeda. Jadi kaus itu sudah menyimpan bau khas pria yang mengenakannya. Ternyata kaus yang dia pilih adalah milik pria yang jika menjadi suaminya, akan menghasilkan keturunan yang sempurna. Intinya, ilmu pengetahuan yang dingin dan berjarak bisa digunakan untuk memasang-masangkan manusia agar memiliki keturunan yang unggul. Tentu saja cinta harus dikesampingkan dalam hal ini.

Saya benar-benar terpikat pada fakta tersebut, dan langsung membayangkan jika saya menulis cerita yang berangkat dari sana. Sudah terbayang di kepala dunia masa depan ketika cinta dilarang dan orang hanya boleh menikah dengan pasangan yang ditetapkan untuknya, supaya tidak ada lagi manusia-manusia cacat atau kurang sempurna. Karena dunia di masa depan adalah dunia yang langka sumber daya, sehingga semua manusia yang lahir haruslah berguna dan bukan sekadar penyedot sumber daya tanpa prestasi. Lalu tokoh saya tak sengaja menemukan cinta dan harus memilih antara taat peraturan atau mengikuti naluri alaminya sebagai manusia.

Ide itu terus bermain-main di kepala saya, tapi saya terlalu malas untuk duduk dan benar-benar mewujudkannya menjadi sebuah cerita. Hanya membayangkan kalau saya mengirim cerita itu ke lomba cerpen/cerber femina, sampai ‘bertekad’ mengikutsertakannya dalam lomba Fantasy Fiesta 2011 lalu di sini. Tapi ya begitu saja. Hanya sekadar ide dan keinginan dan khayalan di siang bolong.

Lalu beberapa minggu lalu saya mulai membaca  Delirium karya Lauren Oliver dan langsung tersentak. Perlu diketahui, saya paling tidak suka membaca sinopsis atau informasi apa pun tentang buku yang belum saya baca, jadi saya benar-benar tidak tahu isi buku ini.

Begini sinopsisnya:

Before scientists found the cure, people thought love was a good thing. They didn’t understand that once love — the deliria — blooms in your blood, there is no escaping its hold. Things are different now. Scientists are able to eradicate love, and the government demands that all citizens receive the cure upon turning eighteen. Lena Holoway has always looked forward to the day when she’ll be cured. A life without love is a life without pain: safe, measured, predictable, and happy.

But with ninety-five days left until her treatment, Lena does the unthinkable: She falls in love.

Saya sudah selesai membaca Delirium, dan tentu saja saya tidak secanggih Lauren Oliver dalam menciptakan dunia, karakter dan peraturan-peraturan di masa depan yang dia susun untuk menopang kisahnya. Karena tidak seperti Lauren, saya tidak meluangkan waktu dan mencambuk diri saya untuk benar-benar menuliskan isi pikiran saya. Memang, kalau saya menuliskannya belum tentu sebagus itu. Siapalah saya! Tapi tetap saja, saat membaca Delirium saya mau tak mau meringis dan timbul sebersit penyesalan di hati.

Benarlah kata penulis kawakan Clara Ng, Punya ide itu mudah, murah. Ada segudang kelebatan ide di kepala. Yang susah adalah menuliskannya. Apalagi mengkomposisikan prosa panjang.

Gambar diambil dari theoutsourcingcompany.com

4 comments on “Ide Itu Murah (Andai Saya Bertukar Tempat dengan Lauren Oliver)

  1. nurcha says:

    setuju mbak, setuju bangeeet …. ayo menulis … sekalian melecut saya sendiri untuk mencoba menulis dan membuang kerak-kerak kemalasan berpikir di saraf otak!… mbak … cemuuunguuudh eaaa … hehe sok alay

  2. echy art says:

    boleh ikutan meringis nggak, Ci?
    menatap 2 “calon” yang nggak beres-beres karena kurang keras mencambuk diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s