Hong Kong yang Tak Pernah Tidur

P1010952

Victoria Harbor

Salah satu tempat favorit saya di kota ini. Victoria Harbor. Dari sini keliatan banget betapa Hong Kong adalah kota metropolitan yang kesuksesan ekonominya ditandai dengan gedung-gedung jangkung yang berlomba menjangkau langit. Dan setiap jam 8 malam, Victoria Harbor juga menjadi tempat favorit para turis untuk menyaksikan Symphony of Light, pertunjukan lampu dan sinar laser yang diiringi musik, dari gedung-gedung yang berjejer di sana. Pertunjukan tersebut bahkan sudah masuk Guinness Book of Records, sebagai The World’s Largest Permanent Light and Sound Show.

Victoria Harbor at night

Symphony of Light

Pelabuhan ini juga jadi tempat mondar-mandir naik ferry kalau mau menyeberang ke Hong Kong Island dari Kowloon dan sebaliknya. Biayanya HK$ 5 (Rp 5825), lebih murah dari naik MTR (MRT-nya Hong Kong). Jadi begitu sampai Hong Kong, langsung deh beli Octopus Card yang bisa dipakai buat naik segala macam moda transportasi, juga buat belanja. Lumayan nggak perlu nyari uang receh.

Di dalam tram kuno

Di dalam trem

Soal transportasi publik, selain bus, MTR dan feri, ada juga moda yang lumayan unik, yaitu trem listrik. Bentuknya kuno, dan adanya setahu gw cuma di Hong Kong Island. Tarifnya juga paling murah, HK$ 2 (Rp 2325). Kalau tidak terburu-buru, boleh juga cobain trem ini. Kenapa tidak buru-buru? Soalnya jalannya pelaan hehehe.

HK yang tak pernah tidur

Jalan Nathan Road

Sementara untuk penginapan, sama saja mahalnya dengan di Macau. Saya dari Jakarta sudah pesan kamar di Wonderful Inn, salah satu guest house di jalan Nathan Road, dan berada di lantai 5 gedung Golden Crown. Kalau di sini mungkin kayak Jalan Jaksa gitu ya, tapi lebih besar, lebih terang dan lebih ramai. Tarifnya HK$ 360 (Rp 419.000) per malam, dan untuk harga segitu, kami dapat kamar yang mirip banget kayak kamar kos, dengan kamar mandi super sempit. Tapi untungnya sih bersih. Enaknya lagi, di jalan ini terdapat Masjid Kowloon yang besar dan ramai, jadi bisa tahu arah kiblat dengan pasti. Nah, setiap hari tuh kami balik ke guest house biasanya sekitar jam 10-11 malam, dan jalanan ini masih luar biasa ramainya, kayak siang hari saja. Toko-toko pun masih pada buka. Saya sampai curiga orang Hong Kong nggak pernah tidur :D  Biasanya sih, kalau malam-malam begitu, komunitas orang kulit hitam dan India/Pakistan banyak yang nongkrong di jalan ini.

KFC, makanan sehari-hari kita di HK

Minuman apa pun ditambah jelly

O iya, di sini kami lagi-lagi keseringan makan fast food, habis malas kalau mesti ngabisin waktu cari restoran halal, mending waktunya dipakai buat jalan-jalan. Dan sepertinya orang HK senang sekali menaruh jelly dalam minuman mereka. Hampir segala jenis minuman botolan ada jelly-nya, begitu pula minuman di fast food (selain soft drink dan teh instan tentunya).Yang saya heran, biarpun porsi makanan di sini besar (kalau makan di restoran biasa, bukan fast food), tapi perempuan HK itu ramping-rampiiiiing. Kalau jalan cepatnya bukan main, padahal pada pakai high heels, dan biasanya sih mereka pe-de pakai model busana jenis apa pun. Saya sering liat ada yang pakai blus penuh payet warna emas di siang hari yang terik, atau celana robek-robek dan transparan.

Jadi, buat yang susah tidur cepat, kota ini sungguh cocok buat kalian…. ^_^

The Peak, alone 2

The Peak. Bisa dicapai dengan trem yang jalurnya menanjak nyaris 45 derajat.

Juli 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s