Masa Kini dan Masa Lalu Bergabung di Macau

Reruntuhan St Paul

Reruntuhan St. Paul

Selain menampilkan wajah kota yang modern, bekas jajahan Portugis ini juga dikenal dengan peninggalan-peninggalan bersejarahnya. Yang paling populer tentu saja Ruins of St. Paul alias reruntuhan gereja St. Paul yang terbakar tahun 1835 dan sekarang dijadikan museum. Dari Senado Square yang klasik, kita tinggal mengikuti jalan ke Ruins of St. Paul, dan di sepanjang jalan berjajar toko-toko dengan dagangan beragam mulai dari apotek, restoran, butik, suvenir, sampai camilan khas Macau yang banyak dijadikan oleh-oleh. Bagusnya wisata mereka memang begini nih, peninggalan bersejarah yang cantik digabung dengan pertokoan, jadi turis selain melihat-lihat pemandangan juga menghabiskan uang untuk berbelanja. Saya sendiri cuma beli beberapa suvenir yang terjangkau. Contohnya magnet kulkas yang dihargai MOP/HK$ 30 per 3 buah dan pembatas buku MOP/HK$ 15 per buah.

Gereja

Fasad gereja

Selain Ruins of St. Paul, di wilayah seputar Senado Square masih ada beberapa peninggalan lain yang bisa diakses dengan berjalan kaki, misalnya gereja St. Dominic, Casa Garden, dan sebagainya. Tinggal ambil peta wisata di pusat informasi turis dan silakan menjelajahi semuanya (kalau kuat). Oiya, dalam buku Claudia ada keterangan tentang free guided tour di Senado. Namun sejak Mei 2010 layanan tersebut sudah dihentikan. Kata petugasnya sih, karena tidak ada sponsor.

Toko yang cantik di Senado Square

Toko yang cantik di Senado Square

Buat yang muslim, urusan ibadah memang agak repot karena masjid di Macau cuma ada satu, itu pun jauh dari pusat kota. Makanan halal juga agak susah (atau sayanya yang terlalu malas cari :P), jadi ya mohon maklum kalau akhirnya McD lagi McD lagi hehehe.

Pemandangan dari Reruntuhan St. Paul

Pemandangan dari Reruntuhan St. Paul

Walaupun banyak hotel mewah, namun tidak sedikit juga bangunan apartemen yang kadang mengganggu pemandangan. Di antara gedung tua yang keren, tiba-tiba muncul gedung-gedung yang terlihat lusuh. Saya rasa karena harga tanah dan properti mahal, bisa punya apartemen di tengah kota pasti beruntung banget.

Oiya kalau soal keramahan, hmm jauh banget ya dari orang Indonesia. Jangan harap dapat banyak senyum kalau jalan-jalan di sana. Saya rasa sih memang sifat mereka kayak gitu ya, bukan karena bermaksud jahat. Tapi sempet bete juga waktu naik bus dan saya agak lama di depan karena nyari uang receh, sopirnya ngomel lho bo! Yah, kayaknya sih ngomel, karena saya nggak bisa bahasa Cina, tapi dari nadanya kedengaran nggak enak gitu lho. But it’s okay lah, nggak semuanya kayak gitu. Lagian kalau mentok banget, tinggal celingukan kanan kiri, pasti ada saja turis Indonesia di Macau :))

Paling bagus sih kalau bisa menghafal tempat-tempat yang ingin didatangi dalam bahasa Cina-nya. Karena walaupun hampir semua jalan dipajang nama jalannya dalam bahasa Portugis (yang notabene berhuruf latin jadi mudah dihafal), mereka kayaknya nggak peduli dan nggak pernah merhatiin. CMIIW. Ah, tapi selama punya peta sih amaan, kotanya kecil kok ^_^

Macau Fisherman's Wharf

Fisherman’s Wharf. Biasa aja sih, tapi lumayan lah buat foto-foto😀

Oke, kayaknya udah khatam nih di Macau. Nyebrang ke Hong Kong yuuuukk….

Juli 2010

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s